Batik Fraktal
Oke……., berita perdana di blog ini (akhirnya posting berita juga, huehehe…mskpunmasih ngambil dari sumber lain juga, tapi tak apalah, alah!)
Pada tahu gak, kalo di Senayan City, Rabu (10/12)dan yang pasti tahun 2008 ada acara yang namanya Festival Batik Nusantara (jujur, gw aja baru tahu hari minggu ini, secara baru baca koran hari minggu).
Dalam acara tersebut selain memamerkan rancangan yang memakai bahan batik, juga diselenggarakan diskusi mengenai batik. Diskusi diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Topik yang dibahas ialah batik sebagai gaya hidup, kegiatan ekonomi, perlindungan bagi konsumen dan produsen, serta batik fraktal. (formal banget ya bahasa gw??)
Apakah batik fraktal itu? Batik fratal merupakan batik yang tercipta dari motif batik tradisional memakai rumus matematika fraktal. Rumus ini terdiri dari sederetan persamaan yang dicirikan pengulangan. Secara ringkas, dengan rumus ini motif dapat diulang sesuai kebutuhan sehingga menghasilkan bentuk baru dari perulangan motif yang sama (sampai penjelasan disini, gw masih rada2 belum ngerti maksudnya. Pokonya intinya sih, motif batik yang dibuat dari rumus matematika fraktal, TITIK! Penjelasan dibelakang2nya cuma buat otak loading tambah lama). Motif yang dihasilkan lalu diprint di atas kertas dan dipolakan di atas kain. Setelah itu diselesaikan dengan pembatikan, memakai canting dan malam. Motif ini dapat juga di-print di tekstil, atas kayu, kertas atau kulit.
Batik fraktal diciptakan oleh Pixel People Project Research and Design yang beranggotakan Nancy Margried, Muhamad Lukman dan Yun Hariadi dari Bandung.

-chermian-
Sumber:Kompas, Minggu, 14 Desember 2008
December 14, 2008